Sunday, October 12, 2008
Friday, September 19, 2008
5 Cinta Terlarang
Nabi SAW bersabda, “Akan datang pada umatku mencintai 5 perkara yakni: 1.Mereka mencintai dunia, sedang mereka melupakan akhirat. 2.Mereka mencintai kehidupan, tapi mereka melupakan kematian. 3.Mereka mencintai gedung-gedung megah, tapi melupakan kuburan. 4.Mereka mencintai harta, tapi mereka melupakan pertanggungjawabannya. 5.Mereka mencintai makhluk, tapi mereka melupakan khalik-Nya (Allah).” (Dari kitab Nashaih Al-Ibad karya Ibn Hajar l-Asqalany)
Baca kelanjutannya...Tuesday, September 16, 2008
Kok, Ada Mobil Alergi Ice Cream?
Ini adalah kisah nyata yang terjadi antara pelanggan General Motors dan eksekutif layanan-pelanggan (customer-care executive) General Motors.
Sebuah komplain telah diterima oleh Divisi Pontiac General Motor:
“Ini untuk ke-2 kalinya Saya melayangkan surat kepada Anda dan Saya tidak menyalahkan Anda bila Anda belum juga menjawab saya. Soalnya, saya memang seperti kedengaran konyol, tapi faktanya memang kami sekeluarga punya tradisi seka makan ice cream setelah makan malam (pencuci mulut), setiap malam. Tapi tiap jenis ice cream begitu banyak. Setiap malam setelah kami makan, seluruh keluarga memilih jenis ice cream mana yang harus kita beli dan saya mengendarai mobil ke toko untuk membelinya.
Belakangan ini Saya baru saja membeli mobil Pontiac baru dan sejak itu perjalanan Saya ke toko menimbulkan problem. Anda tahu, setiap kali Saya beli ice cream rasa vanilla, ketika Saya menstater kembali mobil saya sehabis dari toko itu, mobil saya tidak mau jalan. Tapi, jika saya membeli jenis ice cream lain, mobil Saya baik-baik saja.
Saya ingin Anda tahu bahwa Saya serius menanyakan hal ini, tidak peduli kedengarannya konyol:
“Apa yang menyebabkan mobil Pontiac Saya tidak jalan ketika saya membeli ice cream rasa vanilla, tapi baik-baik saja setiap kali mebeli jenis ice cream lainnya?”
Dapat dimengerti kalau President Pontiac meragukan surat ini, tapi bagaimanapun ia tetap mengirimkan seorang enjiner untuk mengeceknya. Tidak dinyana, enjiner itu begitu surprise disambut baik orang itu, seseorang yang sukses dan tentunya berpendidikan baik dalam lingkungan baik pula. Ia berjanji akan menemui orang itu segera setelah waktu makan malam, sehingga merekapun bisa mengendarai mobil menuju toko ice cream. Malam itu juga ice cream vanilla dibelinya dan benar saja! Setelah mereka kembali ke mobil, mobil itu tidak mau jalan.
Sang enjiner sampai mengulanginya selama lebih dari 3 malam. Malam pertama, mereka membeli rasa coklat. Mobil mereka baik-baik saja. Malam kedua, mereka membeli rasa strawberry. Mobil pun baik-baik saja. Malam ketiga membeli rasa vanilla. Mobil walhasil tidak jalan.
Kini sang enjiner sebagai makhluk logis tak mau percaya bahwa mobil orang itu alergi terhadap ice cream rasa vanilla. Karenanya, ia berencana akan tetap mengunjungi orang itu selama problem belum terpecahkan dan untuk mengakhiri problem ini, ia mulai mengambil catatan: ia mencatat seluruh jenis data: waktu pemakaian, jenis gas, waktu jalan dan pulang dan seterusnya.
Dalam waktu singkat, ia menemukan petunjuk: orang itu membeli rasa vanilla dalam waktu yang lebih cepat dibanding ketika membeli rasa lainnya. Kenapa?
Jawabannya terletak pada tata ruang toko itu. Vanilla, karena rasa yang paling laku, diletakkan di rak bagian depan toko agar bisa cepat diambil. Sementara seluruh rasa lainnya diletakkan di bagian belakang, di sebuah counter yang perlu waktu cukup lebih lama untuk mengambilnya.
Kini, pertanyaan untuk enjiner itu adalah kenapa mobil tidak mau jalan ketika distater kembali dalam waktu yang lebih cepat. Waktu terlalu cepat itulah yang menjadi problem, bukan ice cream rasa vanilla.
Aha!
Monday, September 15, 2008
Syaikh Kepala Ikan
Dulu di Maroko ada seorang lelaki yang hidup zuhud. Dia sangat giat beramal dan hidup dari memancing ikan di laut setiap hari. Daging ikan dari hasil pancingannya ia bagikan, sementara ia hanya makan kepalanya saja.
Suatu hari salah seorang muridnya hendak pergi ke suatu
Teman syaikh tadi lantas menceritakan kisah perjalanannya: Aku kemudian mengunjungi
Tak berapa lama, ia datang dengan pakaian dan kendaraan yang sangat megah, tak ubahnya seorang raja dengan iring-iringan kebesarannya. Aku semakin heran. Rasanya aku ingin pulang dan tidak menemuinya. Namun, aku tidak mungkin melanggar perintah sang Syaikh. Aku lalu meminta izin untuk menemuinya.
Ketika masuk ke rumahnya, aku melihat banyak sekali pembantu dan budak, taman yang indah dan berbagai hal yang membuatku takjub. Setelah bertemu dengannya, aku berkata, "Muridmu yang bernama fulan mengucapkan salam kepadamu."
"Kau bertemu dengannya?" "Ya," kataku.
"Jika kau bertemu lagi, katakan kepadany, sampai kapan ia akan menyibukkan diri dengan dunia, kapan ia akan berhenti menginginkan dunia?"
Tambah heranlah aku. Dalam hatiku berkata, "Demi Allah, ucapannya ini lebih mengherankan lagi. Dia yang bergelimang harta eh dia pula yang memesan muridnya agar jangan cinta dunia!"
Setelah pulang dan bertemu dengan Syaikh, ia bertanya kepadaku,
"Apakah kau bertemu dangan guruku?" "Ya," Kataku.
"Apa pesannya untukku?" "Tidak ada!" jawabku ketus.
"Kau harus menyampaikan pesannya!"
Aku lalu menyampaikan pesan gurunya. Sang Syaikh kemudian menangis cukup lama. Setelah itu, ia berkata, "Sungguh benar ucapan kakakku. Allah telah membersihkan hatinya dari dunia. Allah meletakkan dunia di tangan dan lahirnya saja. Lain halnya dengan aku, Allah telah mengambil dunia dari tanganku, tapi dalam hatiku masih tersimpan keinginan untuk memperolehnya. Setiap kali aku sedekahkan daging ikan, dalam hatiku suka terbayang-bayang betapa lezatnya daging itu."



