Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita

Wednesday, September 21, 2011

Tolong, Selamatkan Rama

Malam semakin larut, Rama dan Geun baru saja sampai di depan Rumahnya Rama. Rama Bergegas turun dari motor Geun. Malam itu, Rama pulang kuliah dengan Geun lagi dan tidak seperti biasanya, Geun ikut turun juga dan duduk di teras bersama Rama, berbincang-bincang sejenak.


Perbincangan mereka masih saja berkutat pada dunia Maya, masih mengenai status-status yang mereka tulis di facebook. Rama juga memperbincangkan tentang tulisan-tulisan cerpen yang selalu ia posting di blog dan meminta tanggapan langsung dari Geun.


Geun juga tidak mau kalah, ia banyak bertanya seputar blognya yang masih sederhana, masih banyak isi dari blognya yang copy paste, jangan salah dulu, walau copy paste, namun Geun tetap mencantumkan link asal dari tulisan yang dipostingnya. Memang harus begitu, karena sudah etika dan tata caranya yang benar dalam nge-blog.

“Geun!” panggil Rama kepada Geun.

“Iya” jawab Geun.

“Bolehkah Rama meminta 1 permintaan?” tanya Rama dengan nada serius.

Percakapan mereka berubah, yang tadinya masih seputar dunia Maya, kini menjadi masalah nyata dan benar-benar pribadi. Geun hanya tercengang dan mengambil situasi tersebut dengan santai dan tidak mau nantinya jadi salah.

“Permintaan apa Ram? Kok tiba-tiba aneh begini” resah Geun.

“Mmmm.... Rama Cuma minta tolong saja, minta janji Geun aja, hanya satu saja” ucap Rama dengan nada rendah dan ragu-ragu.

“Tolong apa? Janji apa ? Kalau Ge bisa bantu, Ge pasti akan bantu, tapi apa dulu nih ? Jangan buat Ge penasaran Ram!” Ucap Geun pada Rama.

“Ha.. ha..nya.. minta to..long sama Ge, sel..matkan Rama dari ini se..mu.a” ucap rama dengan tertatih tatih.

“Selamatkan apa Ram? Selamatkan apa?” tanyanya pada Rama yang membuat Geun penasaran.

Sambil memegang tangan Geun, Rama mengatakan pada sahabatnya itu, “Ge sudah tahu semuanya kan tentang cerita dulu, hanya itu saja dan selamatkan Rama jika saat itu tiba dan hanya Ge yang bisa selamatkan Rama”

Geun yang hanya terdiam, hanya memegang tangan sahabatnya itu erat dan sudah tahu maksud cerita yang Rama maksudkan kepadanya, namun Geun masih belum mengerti apa yang Rama maksudkan untuk menyelamatkan dirinya.

“Baiklah, walau Ge masih belum mengerti apa yang Rama minta tolong, tapi Insya Allah, Ge akan janji, akan janji selamatkan Ram dari itu semua jika memang apa yang dikatakan Ram nanti itu terjadi kelak” ucap Geun sambil meyakinkan sahabatnya itu, kalau ia bisa membantunya.

Percakapan dan pembicaraan mereka berakhir malam itu, suasana yang awalnya tadi baik-baik saja, berubah menjadi sendu menjadi kelabu, Geun tak habis pikir dengan yang terjadi barusan tadi, tapi ia percaya, lebih dari percaya bahwa sahabatnya itu memberikan kepercayaanya lebih dari sahabat tapi sebagai Abang yang akan menjaga Rama yang mengalami susah maupun senang bahkan hal yang tidak ia mengerti. Namun bagi Geun, ia tidak ingin memberi beban kepada Rama dan berharap segera Rama untuk menyelesaikan masalahnya yang sampai saat ini masih tanda tanya bagi Geun.


Bagikan :

Baca juga yang lainnya...



0 komentar:

Post a Comment

Silahkan komentar dengan bernilai dan berbobot.
Mohon maaf jika komentar Anda yang berbau SARA maupun SPAM akan terhapus. Untuk itu berkomentarlah sesuai dengan postingan karena Komentar Anda sangat dihargai di laman blog www.artiirhamna.com

KOMENTAR ANDA AKAN DI MODERASI TERLEBIH DAHULU

Terima Kasih.

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP