Jumat, Januari 29, 2010

Pemenang Lomba Blog Stos 2010

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Salam Hijau, tetap semangat dan Go Green dari saya yang selalu hadir dengan artikel tentang Lingkungan Hidup. Terima Kasih kepada sahabat Blogger setia yang selalu datang dan hadir di Blog saya ini, yang selalu memberikan komentar-komentar terbaiknya, bahkan kritik dan saran yang selalu saya tangggapi.

Tidak terasa sudah 2 bulan lebih saya mengikuti lomba Blog dengan tema We Care, Kita Peduli yang diadakan dalam South to South Festival. Sebenarnya lomba ini dimulai pada Bulan Agustus. Tapi karena saya sibuk dengan pendaftaran kuliah dan menjadi panitia Parade Musik Parkir pada saat itu, jadi Blog ini pun sedikit terlantar. Namun, pada akhir Oktober saya mulai kembali nge-Blog namun tidak intensif.
Barulah hampir akhir Nopember, saya menemukan pengumuman ada lomba Blog dengan tema Lingkungan Hidup, saya pikir kenapa tidak saya coba saja, apalagi tema sudah sesuai dengan Tema Blog yang saya kembangkan ini.
Walhasil, pada selasa kemarin, didapatilah pengumuman pemenang melalui sms, rasa senang dan terharu ikut campur, teman-temanku pun yang pertama kali mendengar kabar ini turut senang dan salah satu dosenku turut mengucapkan selamat.
Nah, dalam lomba tersebut terdapat 66 peserta dan diseleksi menjadi 10. Kemudian diambil 3 terbaik. Berikut profil pemenang yang kusadur dari websitenya:

http://artiirhamna.blogspot.com
Muhammad Irhamna, Mahasiswa yang berumur 18 tahun ini tinggal di Jl. H. R. A. Rahman GG. Sebukit No. 6 Pontianak, Kalimantan Barat
Dengan blog, dia ingin mempublikasikan kepada masyarakat tentang kesadaran untuk peduli akan lingkungan yang semakin hari semakin rumit kondisinya

http://www.inongaceh.wordpress.com
Liza Fathiariani, mahasiswa berumur 21 tahun dan saat ini tinggal di Jl. Seulanga E2 Sektor Timur, Darussalam.
Ngeblog dan menulis tentang berbagai hal tentang penyelamatan bumi baginya adalah salah satu cara untuk memberikan sumbangsih kita untuk bumi.

http://didut.wordpress.com
Bernadus Dian Adi Prasetyo, berusia 31 tahun, tinggal Gombel Permai Barat I / 80 Semarang.
Dengan blog, dia ingin menyebarkan ide soal isu isu lingkungan yang ada

Selamat saya ucapkan untuk Mbak Liza dan Mas Adi Prasetyo yang berhasil bersama saya dalam lomba ini.
Tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Allah SWT, orang tua, Kakak, teman-teman kuliah serta sahabat Blogger yang selalu mendukung.Satu lagi!! kuucapkan terima kasih kembali untuk SMA Mujahidin yang menjadi tempat awal karir saya memasuki dunia Blogger.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Baca kelanjutannya...

Rabu, Januari 20, 2010

Kalimantan yang Terancam

Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di Bumi ini. Hingga saat ini merupakan tempat yang sedikit mengalami dampak lingkungan yang diakibatkan pengambilan Sumber Daya Alam. Sebenarnya, Kalimantan ditutupi oleh hutan dan dihuni oleh flora dan fauna endemik. Seperti orang hutan, burung enggang,macan dahan sedangkan floranya adalah kebanyakan berupa anggrek yang langka. Setelah manusia menempati pulau Kalimantan, lambat laun hutan mulai terkikis, penebangan liar terjadi, pemburuan hewan ataupun tanaman, menjadi masalah yang ada hingga saat ini. Kini alam Kalimantan kritis, hutan hujannya musnah dengan cepat dan perdagangan satwa liar yang ada di mana-mana. Ekosistem mulai berubah, di mana suatu flora dan fauna tidak akan tahan lama untuk hidup di hutan Kalimantan.
Sekitar separuh hutan-hutan alamnya yang musnah dengan terus berkelanjutan, bisa dibayangkan sangat mengkhawatirkan. sayapun pernah melihat sendiri keadaan tersebut, tempat tersebut bekas tambang liar, di sana hanya ada danau yang lumayan besar dengan dikelilingi pasir putih. Pada awalnya itu sangat mengagumkan bagi Saya. Tapi ternyata itu hanya kekaguman yang tanpa sepengetahuan kalau itu adalah kerusakan alam.
Hutan Kalimantan perlu dijaga dan dilestarikan dan jawabannya adalah menjadikan Kalimantan sebagai Heart of Borneo, di mana kawasan lintas batas seluas lebih dari 20Juta ha atau lebih seperempat luas pulau. Inisiatif ini dicanangkan agar tidak hanya menjaga sebidang besar hutan tapi memastikan ketersedian air juga pangan serta mendukung keberlangsungan hidup masyarakat Kalimantan. Sangat diharapkan dengan adanya Heart of Borneo ini, dapat dilaksanakan oleh seluruh orang yang akan menyelamatkan pulau ini dari ancaman terbesar kerusakan hutan dan kian memburuknya dampak kemarau dan kebakaran yang juga akan berpengaruh pada Global Warming.

Baca kelanjutannya...

Minggu, Januari 17, 2010

Penjual Sate, Penghasil Karbondioksida


Yummy...
Betapa lezatnya jika kita melihat santapan ini!! kenapa tidak? semua orang sangat menyenangi makanan ini, baik dari anak kecil (tidak termasuk bayi), remaja sampai orang tua pun menyenanginya. Kebayangkan rasany (Waah.. ngiler neh!!).
Makanan yang terbuat dari potongan daging ini ayam, kambing, domba, sapi, ikan atau lainnya. Daging tersebut dipotong kecil-kecil dan ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya dibuat dari bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu. Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu.
Nah, yang jadi masalah adalah saat proses pembakaran. Kenapa?
Dalam hal ini, ssetidaknya dalam proses pembakaran, pastinya menggunakan arang atau bahan pembakaran lain. Pembakaran?
Pembakaran adalah reaksi kimia, dimana hasil dari pembakaran adalah berupa gas Karbondioksida. Ini merupakan masalah yang semua orang ketahui, bahwa karbondioksida dapat mengurangi Gas Rumah Kaca.

Trus apa hubungannya dengan Penjual sate?
tentunya ada!!
Bayangkan saja, setiap kali Penjual Sate tersebut membakar satenya, gas Karbondioksida tercipta. Pikir-pikir, misalnya di kota kita ada sekitar 50 Penjual Sate dalam satu hari. Berapa banyak gas Karbondioksida dihasilkan?
HHoo...
Berapa ya? saya sendiri tidak tahu.
Jika sudah begini, siapa yang akan disalahkan?

Tidak mungkin kalau kita menyalahkan Penjual Sate. Bisa-bisa kita yang mungkin disalahkan!! Makanan ini adalah makanan yang berasal dari Jawa, kita tetap harus melestarikannya. Tapi bagaimanapun, kita sama-sama cari solusi, siapa tahu kita jadi penemu cara bakar sate tanpa asap!! Hha... Mungkin saja...

Baca kelanjutannya...

Selasa, Januari 12, 2010

Panas? Global Warming Neh!!

Hari makin hari semakin panas, kita merasakan pagi seperti siang, siang membuat kita dehidrasi dan itu semua dimulai dari pemanasan global atau Global Warming.
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.

Pemanasan Global tanpa kita sadari adalah hasil perbuatan kita, kita tidak sadari, bahwa produk-produk hasil buatan manusia dapat mengakibatkan meningkatnya emisi karbon yang dapat merusak lapisan ozon. Tapi untuk menguranginya memang ada, yaitu dengan menanam pohon dan pohon yang ada, haruslah dijaga agar pohon tersebut dapat menyerap karbondioksida sekitar 1 ton selama hidupnya.

Susah, susah dan susah, manusia terus berjuang untuk mengurangi dampak Global Wraming, semua hal paling terkecil dilakukan untuk menguranginya. Kendatipun seperti itu, kita sendiri memang harus memulainya. Yang terpenting adalah melakukan penghijauan dan penghematan mulai dari sekarang, penghematan energi, lakukan banyak hal, misal saja gunakan kendaraan dalam perjalanan singkat atau dekat. Jalan kaki, kayuh sepeda, naik mobil beramai-ramai dan naik kendaraan umum, selain akan menghemat pengeluaran transport Anda. Tentu saja mengurangi karbondioksida. Benar gx!!


Kertas!!
Penggunaan kertas yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari tidak bisa dibantah lagi. Jutaan orang tiap harinya menggunakan kertas, dan bayangkan saja seberapa banyak pohon yang ditebang untuk membuat kertas!!

Alternatif lain untuk bahan kertas sulit dicari, tetap saja menggunakan kayu. Sekarang ini kebanyakan digunakan kayu pinus yang panennya lebih cepat dan memungkinkan untuk lebih hemat. Tapi kita juga perlu melakukan tindakan penghematan, tentu saja gunakan kertas sesuai keperluan. Jika perlu, kertas yang tidak terpakai di daur ulang.

Memang ribet, tapi ketimbang hasilnya yang lebih baik, agar kita tetap bisa tinggal di Bumi. Kalau tidak seperti ini, mesti bagaimana lagi untuk mengatasinya!!
So, Mari kita memberanikan diri untuk menangani fenomena ini yang tiap hari, minggu, bulan dan tahun selalu diperbincangkan!!

Baca kelanjutannya...

  © Blogger template ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com and edited by aRTi iRHaMNa 2008-2009

Back to TOP