20 Menit Jadi Guru Dadakan
Assalamualaikum wr. wb.
Pagi yang cerah, apalagi siang ini bakal terjadi gerhana matahari sebuah tanda kekuasaan Allah SWT. Subhahanallah...Sebelumnya mau tanya dulu ni, sobat pernih berpikir tidak untuk menjadi seorang guru. Mungkin beberapa dari sobat ada yang bercita-cita menjadi guru. Apakah menjadi guru itu gampang ya??
Kemarin hari sabtu, seperti biasalah, Saya praktek TIK, hari itu kami praktek tentang desain grafis menggunakan Program Adobe Photoshop 7.0 kurang lebih 1 jam praktek, dapatlah menhasilkan 2 buah hasil editan. waktu itu kami mempelajari teknik efek blur pada foto dan juga penggabungan 2 foto menjadi 1 foto yang terlihat seperti foto penampakan (benar gak sih?) dan jam praktek kelas Saya pun selesai. pada saat itu juga guru TIK ku yang biasa kami panggil Pak Dedi, ingin aku menggantikannya sebentar untuk menjadi tutor sebaya pada anak kelas XII IPA 3, wah betapa kagetnya Saya, tapi tidak apalah,lagipula anak Kelas XII IPA 3, hampir semuanya Saya kenal. Ternyata Bapak menyuruhku menggantinya karena anaknya sedang sakit dan akan mengantarkannya pulang.
Ya sudah, mulailah saya mengajar dengan penuh percaya diri dan bahwa saya harus bisa melaksanakan amanat. Mengajar sedikit sulit, teknik pengajaran yang menggunakan infokus membuat saya sedikit bingung, karena pada layarnya tidak terlalu jelas tulisan yang nampak. Selama mengajar sih belum ada kendala. Tapi tiba-tiba infokusnya mati sendiri, wah kacau, betapa kagetnya saya saat mengetahui infokusnya mati sendiri.
Akhirnya bingung dan tidak tahu berbuat apa, namun seorang teman menyarankan untuk mengajar secara estafet. Bagus juga idenya pikir saya dalam hati ini, lalu mulailah dengan mengajar kembali secara estafet dan teknik ini lumayan berhasil. bahkan mereka lebih mudah mengerti apa yang saya jelaskan. Selang kurang lebih 20 menit, akhirnya Pak Dedi datang, akupun langsung menemuinya dan menjelaskan sedikit perihal matinya infokus tersebut. Setelah itu langsung pamit dengan sedikit terburu-buru, tak lupa Pak Dedi mengucapkan kepadaku terima kasih dan menanyakan kenapa saya perginya buru-buru, alasan saya hanya 1 yaitu ingin makan. Abis lapar sekali. Sekian deh cerita kali ini, semoga ini pengalaman yang tak pernah saya lupakan.
Wassalamualaikum wr. wb.
Baca kelanjutannya...



