Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita

Sunday, June 05, 2011

Pengalaman Menjadi Penyiar di Colleger Radio [Bagian 2]

Cerita Sebelumnya : Bagian 1
Assalamualaikum...
Waktu sudah menunjukkan hampir jam 3 sore, sudah saatnya siap-siap untuk siaran perdana. Hati yang sudah mulai dag dig dug dan cemas, sudah mengatakan bahwa siaran perdana sore ini nampaknya tidak akan berjalan dengan lancar.Hari itu tepatnya hari Jumat, 29 April 2011. Semenjak pulang Sholat Jumat, Pontianak sudah mulai mendung kelabu, hingga hujan gerimis dan semakin lama suasana mulai agak seram, kilat dan petir menyambar dimana-mana sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak dari aktifitas internet.

Perlu tahu saja, saat itu materi untuk siaran baru saja mulai Saya unduh dari sebuah situs, sangat-sangat minim bahan yang saya dapatkan, sedangkan waktu siaran tinggal 1 jam lagi, karena masalah cuaca dan iklim akhirnya terhambat dan mesti berhenti dulu, daripada kesambat petir kan.

Baca kelanjutannya...

Saturday, June 04, 2011

Tugas Buat Sakit dan Kecewa

tugas buat sakit dan kecewa
Teriknya matahari menerpa wajah Rama yang dari tadi sudah basah dengan keringatnya. Sembari berjalan pulang menuju rumah dari sebuah warung, Rama bergegas masuk ke rumah dan meneguk segelas air putih. Tanpa sepatah katapun, ia tidak ada mengucapkan apapun kepada Ayah dan Ibunya yang sedang menonto TV dan hanya berlalu naik ke atas menuju kamarnya.


Baru saja ia berbaring di kamarnya, terdengar bunyi ponselnya yang menandakan ada pesan singkat yang masuk. Pesan tersebut ternyata berasal dari Geun.

Baca kelanjutannya...

Friday, May 20, 2011

Desain Dadakan yang Gagal


Pukul 2 subuh, tiba-tiba ponsel Rama berbunyi. Bukan sebuah telpon tapi sebuah pesan singkat yang masuk ke ponselnya. Rama yang baru saja tidur 5 menit yang lalu, dengan malasnya ia membuka mata yang masih mengantuk. Rama baru saja tertidur setelah selesai mengerjakan pesanan orang untuk membuat website. Tapi dengan adanya pesan singkat yang masuk, Rama dengan terpaksa mengambil ponselnya itu. Tapi, setelah mencari-cari, Rama tidak menemukannya dan terpaksa ia bangun dan menghidupkan lampu kamarnya. Akhirnya ia menemukan juga ponselnya. Bukan di samping bantalnya, tempat biasa ia meletakkan ponselnya jika akan tidur, melainkan di meja belajarnya. Ia sendiri kadang lalai dan lupa dengan meletakkan barang-barang miliknya. Bahkan pernah lupa dengan dompetnya, ia sendiri berprasangka dompetnya diambil orang, ternyata tersimpan dalam tasnya.


Baca kelanjutannya...

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP