Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita

Friday, February 06, 2009

PC MAV 1.93

Assalamualaikum Wr. Wb.
Berawal dari terkena virus Amburadul.A pada akhir bulan lalu dan hal ini menyebabkan komputer di ruang Web Community terinfeksi virus ini. Saat itu PC dari komputer di ruang web community hanya menggandalkan antivirus dari AntiVira, sayangnya virus tersebut tidak terdeteksi. Selama seminggu, tersebarlah virus itu pada flash disk teman-teman sekolah, bahkan memory eksternal hanphone temanku pun habis dilalap virus itu. Virus tersebut kalau tidak salah hanya menyerang file dalam bentuk gambar atau video. Misal gambarnya berformat “.jpeg” maka setelah terserang virus, berubah menjadi “.jpeg.exe” Saat itu habislah semua gambar di flash disku terserang virus ini.
Alhamdulillah pada hari Sabtu kemarin, semua itu dapat teratasi dengan PC MAV 1.92 Namun karena Sudah akhir bulan pemasangan antivirus tersebut. Maka untuk tanggal 1 Februari harus Update lagi.
Dulu sih sering memakai PC MAV, tapi pada akhirnya pindah lagi ke antivira, namun karena antivira sepertinya sulit untuk diupdate. Pada Akhirnya memakai PC MAV
lagi. Pada awal bulan ini PC MEDIA mengeluarkan PC MAV 1.93.
Pada edisi ini Virus baru yang dapat ditangani sebanyak 67 varian virus. Sebelumnya telah ada 2493 varian virus, sehingga virus sekarang bertotal 2560 virus.
Berikut ini merupakan daftar file lengkap (3 file) dari paket program antivirus PCMAV:
* README.TXT - File Penjelas
* PCMAV-CLN.EXE - Program Cleaner utama
* PCMAV-RTP.EXE - Program RealTime Protector utama
Untuk mendownloadnya silahkan klik di bawah ini ya:
DOWNLOAD
Selamat Membasmi Virus dan Kita Ketemu Lagi di PC MAV Edisi selanjutnya.

Baca kelanjutannya...

Thursday, January 29, 2009

Setelah Dia Pergi (PKn KD 3)

Jakarta, myRMnews. Politisi Partai Damai Sejahtera (PDS) Denny Tewu tidak mau negative thinking dalam menilai cover majalah Tempo edisi 04-10 Februari 2008. Dalam cover edisi terbaru tersebut, digambarkan Soeharto dan enam orang anak-anaknya. Ilustrasi tersebut mirip lukisan “The Last Supper” atau Perjamuan Terakhir Yesus beserta 12 muridnya karya Leonardo da Vinci.
“Kami tidak mau negative thinking dulu,” kata Wakil Ketua Umum PDS, Denny Tewu kepada myRMnews Selasa siang ini (5/2) menyikapi cover majalah Tempo tersebut.
Ia mengakui, ketika mengetahui munculnya cover seperti itu, malam kemarin (Senin, 4/2), para pengurus PDS menggelar rapat khusus untuk membahasnya. Hasilnya, PDS menugaskan bidang hukum dan HAM untuk melayangkan surat ke redaksional majalah Tempo. Dalam suratnya, PDS kata Denny menanyakan apa motivasi redaksi majalah Tempo membuat cover seperti itu.
Denny meyakini, pemunculan cover tersebut, akan mendapat reaksi dari umat Kristen yang berbeda-beda. Ada yang menganggap sebagai hal yang wajar, sebagai sebuah kreativitas, dan ada pula yang tersinggung.
Ia menambahkan, dalam perjamuan kudus (sesungguhnya), Yesus dikelilingi 12 pengikutnya. Sedangkan cover Majalah Tempo, berada di tengah dikelilingi putra-putrinya. “Mudah-mudahan tidak ada maksud Majalah Tempo untuk melecehkan Yesus Kristus, tapi sebagai bentuk kreativitas saja,” ujarnya. Dry
Cover yang diterbitkan pada saat itu menurut saya adalah sindiran atas kemunafikan bangsa yang dimulai pada tahun 1966 sampai 1997 yang memuja Soeharto dan mungkin menjadi tuhan ke-2 bagi mereka, namun pada tahun 1998 dihujat, dicaci, setelah peristiwa trisakti yang menewaskan 5 orang mahasiswa. Sehingga pada akhirnya turun jabatan dan digantikan BJ Habibi. Setelah kepergiannya pada tahun 2008 lalu, ia kembali dipuji-puji seperti tidak pernah korupsi pada bangsanya sendiri. Tapi apakah orang kristiani mempermasalahkan cover ini, mungkin ada yang diam dan tidak mau ambil tahu dan juga ini adakah hubungannya dengan melecehkan Yesus. Sejumlah umat katolik ada yang protes karena cover ini. Seharusnya apakah cover sebuah majalah ini hanya menarik perhatian supaya terkenal, mencari sensasiada baiknya sebuah majalah menampilkan cover sewajarnya jangan mengundang kontroversi. Bukan saja merugikan penerbit, tapi akan banyak masalah yang ditimbulkan dari hal tersebut. Gambar dan Berita HUJAN DERAS

Baca kelanjutannya...

Tuesday, January 27, 2009

Jalan-Jalan di Tepian Kapuas

PhotobucketPagi ini, aku dan Ayahku akan pergi ke pelabuhan Kapuas Indah untuk mengantarkan salah satu keluargaku pulang ke Sukadana. Langsung saja kami berangkat dan ini adalah pertama kalinya aku ke pelabuhan tersebut. Sampai di kawasan pelabuhan tampaklah beberapa orang yang ternyata keluargaku yang sedang membeli makanan untuk perbekalan. Setelah sedikit bertegur sapa, kami langsung menuju pelabuhan. PhotobucketPhotobucket

Ternyata pelabuhannya adalah pelabuhan terapung, sedikit goyang-goyang dan membuatku agak pusing, tapi setelah beberapa saat sudah terbiasa. Kami duduk di tempat itu, dan aku melihat kapal yang akan ditumpangi keluargaku itu adalah kapal sepit, tertulis dengan nama SUKADANA I, kalau dilihat mungkin bisa menampung dua puluhan penumpang, itu hanya perkiraanku saja. Sambil menunggu jam keberangkatan, Ayahku berbincang-bincang, Lalu terlihatlah seseorang dengan seragam Polisi menghampiri kami, Namanya Pak Suhardinata kalau tak salah, Ia adalah polisi yang bertugas di kawasan tersebut. Pada akhirnya perbincangan dilanjutkan dengan sedikit lucuan. Tak beberapa lama awak kapalpun telah memberikan arahan karena akan berangkat, lalu keluargaku berpamitan dan langsung menuju sepit tersebut..
Selang beberapa menit kapalpun meninggalkan pelabuhan. Aku dan ayahku meninggalkan tempat itu. Karena pagi tadi sudah buat janji kalau setelah dari pelabuhan akan seberang, maka kamipun melanjutkan perjalanan menuju Pontianak Timur, tujuannya adalah mengunjungi kawasan wisata Keraton Pontianak, kata orang kalau belum kesana, berarti belum sampai di Kota Pontianak, jadi yang mau ke Pontianak, singgah dulu ke Keratonnya.
PhotobucketPhotobucket PhotobucketPhotobucket
Dalam perjalanan, sempatlah kami memotret kawasan Sungai Kapuas dari Jembatan penyeberangan. Tampak aktifitas perahu, ponton dan lainnya di sungai hingga akhirnya kamipun sampai di kawasan keraton. Ramai-ramai sekali, di sana juga da pasar Ayahku bilang pasar Seruni namanya. Aktifitas warga cukup padat, terlihat transaksi antara penjual dan pembeli. Tapi bukan itu yang aku incar, yang kuincar adalah pemandangan di depan Masjid Jami’ yang merupakan masjid tertua di Pontianak. Kawasannya yang bertepian dengan sungai membuatku terpesona, tidak hanya dengan itu, aku juga melihat aktifitas warga yang menyeberang menggunakan perahu. Sungguh Sungai Kapuas banyak manfaatnya, lalu kamipun mengelilingi tepian sungai yang telah dirubah dan nampak di tengah ada pendopolah, tempat di mana Para Putri dan Dayang-dayang pada zaman dahulu mandi, tapi sekarang tempatnya sedikit berubah, sayang ya!!
Photobucket
Photobucket Photobucketjalan-jalan Setelah jalan-jalan dan memotret pemandangan di sana kamipun pulang dan melepas penat di pagi ini. Sungguh pangalaman untuk ke-2 kalinya ke Keraton. Tapi sayang saat kami ke keraton, ternyata sedang tidak dibuka, tampak lengang, sepi hanya aktifitas penjaga yang membersihkan teras Keraton.

Baca kelanjutannya...

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP