Pagi ini, aku dan Ayahku akan pergi ke pelabuhan Kapuas Indah untuk mengantarkan salah satu keluargaku pulang ke Sukadana. Langsung saja kami berangkat dan ini adalah pertama kalinya aku ke pelabuhan tersebut. Sampai di kawasan pelabuhan tampaklah beberapa orang yang ternyata keluargaku yang sedang membeli makanan untuk perbekalan. Setelah sedikit bertegur sapa, kami langsung menuju pelabuhan.

Ternyata pelabuhannya adalah pelabuhan terapung, sedikit goyang-goyang dan membuatku agak pusing, tapi setelah beberapa saat sudah terbiasa. Kami duduk di tempat itu, dan aku melihat kapal yang akan ditumpangi keluargaku itu adalah kapal sepit, tertulis dengan nama SUKADANA I, kalau dilihat mungkin bisa menampung dua puluhan penumpang, itu hanya perkiraanku saja. Sambil menunggu jam keberangkatan, Ayahku berbincang-bincang, Lalu terlihatlah seseorang dengan seragam Polisi menghampiri kami, Namanya Pak Suhardinata kalau tak salah, Ia adalah polisi yang bertugas di kawasan tersebut. Pada akhirnya perbincangan dilanjutkan dengan sedikit lucuan. Tak beberapa lama awak kapalpun telah memberikan arahan karena akan berangkat, lalu keluargaku berpamitan dan langsung menuju sepit tersebut..
Selang beberapa menit kapalpun meninggalkan pelabuhan. Aku dan ayahku meninggalkan tempat itu. Karena pagi tadi sudah buat janji kalau setelah dari pelabuhan akan seberang, maka kamipun melanjutkan perjalanan menuju Pontianak Timur, tujuannya adalah mengunjungi kawasan wisata Keraton Pontianak, kata orang kalau belum kesana, berarti belum sampai di Kota Pontianak, jadi yang mau ke Pontianak, singgah dulu ke Keratonnya.


Dalam perjalanan, sempatlah kami memotret kawasan Sungai Kapuas dari Jembatan penyeberangan. Tampak aktifitas perahu, ponton dan lainnya di sungai hingga akhirnya kamipun sampai di kawasan keraton. Ramai-ramai sekali, di sana juga da pasar Ayahku bilang pasar Seruni namanya. Aktifitas warga cukup padat, terlihat transaksi antara penjual dan pembeli. Tapi bukan itu yang aku incar, yang kuincar adalah pemandangan di depan Masjid Jami’ yang merupakan masjid tertua di Pontianak. Kawasannya yang bertepian dengan sungai membuatku terpesona, tidak hanya dengan itu, aku juga melihat aktifitas warga yang menyeberang menggunakan perahu. Sungguh Sungai Kapuas banyak manfaatnya, lalu kamipun mengelilingi tepian sungai yang telah dirubah dan nampak di tengah ada pendopolah, tempat di mana Para Putri dan Dayang-dayang pada zaman dahulu mandi, tapi sekarang tempatnya sedikit berubah, sayang ya!!


Setelah jalan-jalan dan memotret pemandangan di sana kamipun pulang dan melepas penat di pagi ini. Sungguh pangalaman untuk ke-2 kalinya ke Keraton. Tapi sayang saat kami ke keraton, ternyata sedang tidak dibuka, tampak lengang, sepi hanya aktifitas penjaga yang membersihkan teras Keraton.
Baca kelanjutannya...