Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita

Wednesday, April 13, 2011

Kabut Asap Pontianak

Assalamualaikum...
Merasa bersyukur sekali masih diberikan kesempatan untuk membuat postingan kembali di ARTI IRHAMNA, sayangnya sekarang masih terfokus di blog Muhammad Irhamna. Ya, kadang-kadang banyak sekali berita-berita tentang lingkungan hidup yang terlewatkan. Terutama untuk daerah sendiri, yang beberapa 1 minggu terakhir berkabut (banyak asap), tapi alhamdulillah sudah hujan dan cukup mengurangi kadar asap di Pontianak.

Baca kelanjutannya...

Saturday, April 09, 2011

Notebook dan Tulisan

Tanganku kiriku terangkat, seseorang memegang lengan bajuku dan mengangkat perlahan dan menjauhkan tanganku dari notebookku. Ternyata ia hanya ingin melihat isi catatan yang kutulis karena ia sedikit ketinggalan beberapa kata dalam catatannya.

Sayangnya apa yang ingin dilihat ternyata sama dengan catatannya, karena aku juga ketinggalan juga mencatat. Pikiranku yang sedari tadi fokus dengan sang guru menjadi buyar
dan kini hanya melihat isi catatanku yang sedikit mulai berantakan. Tulisanku sudah tidak bisa dibaca orang, sudah seperti tulisan dokter, tapi tidak juga sih. Ada kalanya tulisanku bagus dan menarik bahkan banyak corat-coret seninya (biasanya gambar daun atau pucuk pakis) tapi sekarang tidak, hanya banyak corat-coret tidak tentu dan tidak bernilai seni sama sekali.
“Payah, kalau terus-terusan ketinggalan mencatat sama saja membuang waktu dan menghabiskan kertas,” pikirku yang mulai melamun.
Temanku yang tadi mengangkat tanganku, kurasa tidak masalah dengan buku catatannya, wajar saja itu hanya sebuah buku notebook yang bisa disobek (buku yang bukanya ke atas, bukan ke samping kiri-kanan) dan tulisannya tampak rapi, padahal nulisnya cepat. Sedangkan aku, kalau tulis rapi mesti pelan (keadaan standar) kalau sudah mulai cepat, bisa hancur.

Catatan sore ini sepertinya tidak berguna lagi, karena sang guru sudah memberikan materinya dalam sebuah flashdisk, tinggal copas aja dan selesai. Huh.. pikirku yang mulai merayau dan kesal sore ini bisa-bisa membuatku gila lagi. Haha... Tenang saja, semua catatan yang kutulis pasti ada gunanya. Jangan pernah lah untuk mengatakan sesuatu itu tidak berguna, pasti berguna. Apalagi notebookku ini yang baru saja kudapatkan dari Ayah sekitar 1 minggu yang lalu.

Baca kelanjutannya...

Monday, April 04, 2011

2 Jam untuk Sebuah Kartu SIM Handphone

Assalamualaikum...
Alhamdulillah, selepas sholat magrib tadi, aku langsung mencoba sebentar kartu SIM handphoneku yang sudah 3 minggu ini rusak dan baru sempat menggantinya siang tadi dan sudah bisa digunakan kembali. Mmm... hanya saja pulsa habis, sisa Rp 94.54 jadi belum bisa memberitahu rekan-rekan bahwa no.ku sudah aktif lagi.

3 minggu pas nomor AS ini tidak aktif dan sekarang sudah bisa dipakai lagi, sudah tidak sabar untuk nge-twit dengan handphone. Ya maklum saja, semenjak nomorku tidak aktif dan menggunakan nomor lain (axis) ya sangat jarang update twitter. Mungkin yang belum tahu ceritanya bisa baca di sini : Kartu SIM dan Twit.
Untuk mendapatkan penggantian kartu SIM yang rusak, ternyata harus mengisi formulir di grapari telkomsel. Menurut pengalaman seorang guruku sih, katanya kalau ganti bayar, tapi tadi alhamdulillah free :D.

Walaupun free, tapi antriannya sangat lama, waktu siang tadi dapat nomor antrian 1048 sedangkan nomor antrian saat aku datang sekitar 1039.

Dari pukul 12 lewat sampai jam 2 siang lebih 10 menit. Itu bukan waktu yang sedikit, ya memang wajar dimana-mana kalau antri memang lama, sama halnya kalau antri bayar telpon, listrik dan lainnya. Huft...

Selama menunggu, ada macam-macam tingkah laku para konsumen, mulai dari nelpon, duduk diam saja, ngobrol, baca koran dan tadi siang ceritanya pergi sama Ayah sepulang dari kampus. Nah, Ayah malahan sampai ketiduran, hhee... :D
Bahkan di sampingku ada anak kecil bersama ibunya dan si anak tidak bisa diam, banyak celoteh sama ibunya, makin ribut suasana.

Terlepas dari itu semua, banyak sekali hal yang terjadi di sana yang tidak mungkin kisahnya ditulis. Padahal hanya 2 jam saja untuk mendapatkan kartu sim baru tapi ceritanya yang panjang. Hha...

Berbicara soal kartu sim, kartu sim AS ku sudah masuk 4 tahun masa pakai dan memang wajar kalau rusak dan mesti diganti, kalau ganti nomor malahan bisa ribet dengan orang-orang yang sudah kenal nomor AS ku dan kasihan kalau yang orang-orang akan menghubungi, memang ada cara yang lain untuk ganti nomor, tapi mungkin lebih susah ya. Daripada cari yang susah lebih baik cari yang mudah dan cepat.
Oke, silahkan hubungi seperti biasa nomor AS ku!! :] :] :]
Wassalamualaikum...

Baca kelanjutannya...

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP